Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

He call me Prissy

Yes, Prissy isnt my name. You all know my name. But this name is my new nickname. First time I heard it, it feel like "Eh Prissy?? Sounds so girlish huh??". Maybe he wants to make me more girlish by calling me Prissy *my original name already girlish anyway*.

It shorter than my name. Before, he called me Priss but by the time he make it Prissy. And when I asked him the reason he just told me that Prissy is a cute name *hehhhh elu kira, seenaknya aja ganti nama orang*. But yeah, it feels like I have a lot of nicknames already. Depend on the situation.

And yes, its still like my own name, it just for me Prissy sounds so girlish. But when he call me Prissy, it always make my heart beat faster and faster. Knowing that part of mine calling me Prissy :)

Comments