Skip to main content

Tiga bulan pertama hidup di luar Indonesia

Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda.  Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami.  Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah.  Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...

Wedding exibition

Last month, me and another Prisca were so stress because of job. And we decided to go to mall to eat pentol gila *spicy meetball*. We both talked about many things, this and that, also ate our pentol gila. Done with pentol gila, we didnt know what to do, just walk around then looked at something downstair. There were wedding exibition and what we did?? Screaming and said "LETS GO THERE! LOOK AT WEDDING DRESS AND STUFF!!!! LETS GO!".

People who wants to get married always react like that, for sure.

Well the exibition offered wedding dress like kebaya. Mostly kebaya, but I didnt see something good. I found something interest like price of photo booth, catering and wedding ring. We stopped for a long time in wedding ring booth. Looking for a nice simple wedding ring.

Asked the owner and I want to have Palladium one for my wedding ring because a man couldnt wear the gold one. But then she recomended to get the gold one for me, and palladium for husband. The price is the same between white gold and palladium. She also recomend to buy it around may-june. Because can get the cheaper price than now.

There were a lot of nice wedding ring. But I found one look nice and simpler, also not so big. So I think it would be nice to wear.

The owner also asked when I plan to get married. Both Prisca said "InshaAllah this year" haha. And ohh marketing style, she said "ohh I really hope you both could get married soon, and dont forget to visit our showroom and get a nice couple ring there ya.. see you soon there!". Nah lho

If you wanna get the cheaper price of gold, you can go get them on May-June. Its not only recomended for couple who want to get the ring, but also best time for people who want to invest some money in buying gold. Then you can sell it later on month like January-Feb *because I found this price of gold expensive this month*.  And Oh for you who are muslim, since your future husband couldnt wear the gold one, you can get him the Palladium one. It has the same price but different price whn you sell it later. Ahh you wouldnt sell your wedding ring right?

Wedding exibition will always be so important for people to get reference for their wedding. I dont know when I will get married, just.. look for wedding references also nice thing to do to release all stress from work.

Have a nice day :)

Comments

Popular posts from this blog

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Melewati Pusuk Pass, Lombok

Kembali ke Pulau Lombok setelah dari Gili Air, kita pun 'turun' gunung menuju daerah selatan. Kita pun melewati Pusuk Pass atau orang suka bilang monkey forest. Tadinya sih dikira kayak kita masuk hutan trus yang banyak monyetnya, tapi ternyata jalanan pinggir tebing yang ada banyak monyet main-main disana. Sama persis kayak jalanan kearah rumah nenek. sampahnya nggak seharusnya disitu ya? Berhentilah kita disana. Takutnya monyetnya kayak yang di Bali itu, yang suka nyuri, eh ternyata nggak sih. Monyetnya anteng diem, makan mulu. Salah satu kesalahan pengunjung adalah memberikan makanan ke si monyet-monyet. Nggak apa sih kasih makan tapi plastiknya ya jangan dibuang disana juga lah. Sebenernya bukan dibuang disana sih, tapi monyetnya aja yang narik ngambil plastik makanan disana. Jadilah disitu kotor semua gara-gara plastik sisa makanan tadi. Eh namanya monyet ya masa iya bisa dikasih tau, 'hey monyet jangan buang sampah sembarangan!', kan ya nggak mun...

Selamat hari guru

Saya pernah lho jadi pengajar, and I found myself in it. Ya kurang lebih 2 tahunan lah saya mengajar. Awalnya sih nggak mau ngajar, karena malu dan nggak bisa ngomong didepan umum. Eh setelah dicoba ternyata keranjingan. Tapi saya nggak mau disebut sebagai guru, kenapa? Berat banget artinya. digugu lan ditiru, kalo kata orang Jawa. Dalem kan artinya? dijadikan sebagai seorang panutan, contoh dan teladan. Alesan lain nggak mau disebut guru karena saya masih doyan petakilan, kalo jadi guru kan kudu kalem ahaiiii. Saya nggak kalem. Saya lebih suka menyebut diri saya pendidik (educator) kala itu, bukan pengajar (teacher). Meskipun secara arti kayaknya lebih berat pendidik deh ya, tapi saya nggak mau aja related sama pengajar yang nggak memperdulikan anak didikannya, nggak menjaga moralitas dan tata krama anak didiknya, saya nggak suka meskipun nggak semuanya lho. Nggak semua, catet, nggak semua! Karena sebagai pendidik memberikan saya tanggung jawab lebih kepada anak didik saya.  ...