Skip to main content

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Snorkeling



‘Sayang, snorkeling yuk’

‘yuk!!!!’

Oh wait! I cant swim!

Sembari diketawain HJ, ‘you should learn how to swim since 5’

Duh aku butuh solusi!

Then somebody said ‘don’t worry, they have life jacket for you. You can do it although you can’t swim’
Yes! Cerah duniaku!

Ternyata, baru 2 tempat udah keok. Udah nggak kuat. Kaki udah kram, tangan udah pegel banget. Dan aku cenderung floating tapi ngadep langit. Ya apa apaan kalo endingnya ngambang tapi ngadep langit. Snorkeling kan ngadep bawah. 
 
gambarnya pinjem google

Pasalnya, pasalnya, itu kacamata snorklingnya itu bocor. Bukan bocor sih, tapi nggak water resistant. Duh apa sih namanya, semacem ngerembes gitu lho. Jadi kan udah nggak bisa renang ya, langsung dicemplungin laut, syok kaget trus napas pake idung. Dasar begoooo. La kan napas harus pake mulut ya. Duhh ini otak nggak singkron banget sih. Yang 2 lokasi pertama sih nggak seberapa bagus kata HJ dibandingin dengan 2 lokasi terakhir. Soalnya 2 lokasi terakhir itu liat kura-kura gede banget dan liat fish garden. Yang mana aku udah keok nggak berani nyemplung lagi. yaudah jadinya aku nunggu di boat ngobrol cantik sama mas-mas kapalnya. 

Btw, this was my first snorkeling. Dan dan dan…tetep jadi satu-satunya orang indonesia dikapal itu. Ini awak kapalnya jangan diitung lho ya. Itung penumpangnya aja, aku jadi yang paling eksotis sekapal. Read : yang bermuka paling kusem.


Promised him two things, to learn swim so we can dive later. Diving lho!!! Bayangkan! Diving!! Renang aja masih gaya batu dada, malah diving! Dia bilangnya ‘diving in shark point’. Sepuntene mas, budal o dewe. 

note: kita nggak bawa hape, kamera apapun sama sekali. jadi nggak ada sesi dokumentasi di part ini

Comments

Post a Comment

Share your thoughts with me here

Popular posts from this blog

Sepatu Winter Pertama

Moscow Dulu, masih sempet pakai sepatu dengan hak 5 cm waktu kerja kantoran. Ya karena harus keliatan formal aja sih, meskipun nggak ada yang ngelarang juga kalau mau sepatu sneakers pun. Toh juga waktu kerja sepatu dilepas dan pakai sendal jepit.  Tapi itu sudah lama sekali. Setelahnya, bertahun-tahun hanya punya 1 sepatu sneakers dan 1 sandal. Sendal jepit punya lah ya, kan hidup di Bali. Salah satu esensial itu. Sebenernya alesannya sederhana, bukan karena nggak mau punya sepatu lebih dari satu tapi lebih ke males harus nyocokin sepatu lagi ke kaki yang belum tentu enak dipakainya.  Sepatu itu adalah hal esensial yang buat gw nggak apa mahal yang penting nyaman. Karena taruhannya di pijakan, dan itu bisa berdampak ke banyak hal kalau salah pilih sepatu. Jalan kaki adalah bagian besar dari hidup gw, jadi punya sepatu nyaman adalah hal yang tidak bisa dinego.  Nah, meskipun gw beberapa kali pernah jalan-jalan saat musim dingin, Moskow ini agak beda. Kalau di Belanda, mes...

Jumat ceria

Hari ini memang bukan hari jumat, tapi cuman mau bilang aja sih kalo hari yang paling aku tunggu-tunggu itu hari jumat. Why?   Karena jumat itu selalu ceria, kalopun ada meeting besar pasti di hari jumat dan banyak cemilan, orang-orang pada berangkat sholat jumat, yang nasrani juga mengikuti misa di kantor, bisa pake baju bebas dan bebas berekspresi sepuas-puasnya, dan..... bisa video call sepuasnyaaaaaa kapanpun karena dia libur kerja 😍😍 gambarnya lucu 😁  taken from internet

Seolah Kalian Tau Segalanya

'Ihiw, ada bahan obrolan baru buat dianalisa dan dinyinyirin nih. Si dia mau kawin sama bule. Duitnya banyak kali. Ato kalo gak gitu yaaa dia cuma buat mainan aja' Kita nggak akan pernah memuaskan hasrat banyak orang demi membuat mereka semua senang. Jika kita ingin membuat pasangan hidup kita bahagia, ya wajar, ya normal. Tapi tidak untuk membuat para suporter ataupun hanya penonton dalam hidup kita bahagia juga kah? Toh dari setiap langkah yang kita ambil, benar maupun salah juga masih saja bisa diambil celah salahnya untuk diwejangi ala mereka. Atau lebih bekennya, dinyinyirin. Mungkin beberapa tulisan saya tentang menikahi WNA banyak yang terdengar 'keras', maafkan saya yang sedang jengkel-jengkelnya. Menikah dengan orang yang berbeda yang datangnya ribuan miles jauhnya dari Indonesia juga bukan hal yang mudah, you know! Tapi orang dengan mudahnya saja melihat kita yang sedang jalan berdua dan bertanya, atau nyeletuk istilahnya, 'Guidenya ya mbak?'...