Gw kira rasanya akan sama aja. Ada rasa kangen ya wajar karena jauh dari tempat yang selama ini kita sebut familiar. Tapi ternyata ada rasa rindu yang pukulannya berbeda. Di kasus gw, gw cuma kenal satu orang Indonesia. Beliau bilang kalau mau temen jalan-jalan bisa lah berkabar biar jalan bareng. Tapi karena gw ada kerja dari senin-jumat, sedangkan beliau nggak, jadinya waktu kami seringkali nggak pas. Sedangkan di akhir pekan, gw habiskan bersama suami. Bulan pertama masih terasa integrasi. Berusaha mengenal supermarket mana yang jual apa. Cari ini itu di mana. Menghafal jalur transportasi umum. Mengenal, membaca dan memahami nama daerah atau tempat dari huruf cyrilic-nya untuk sekedar "kalau nyasar, bisa kasih tau suami lagi ada di mana" karena seringkali online maps dihambat pemerintah. Bulan kedua sudah mulai mengenal banyak hal. Sudah punya kartu atm untuk pembayaran. Visa panjang juga sudah di tangan. Mulai berhati-hati dengan banyak hal, mana yang boleh mana ya...
‘Sayang, snorkeling yuk’
‘yuk!!!!’
Oh wait! I cant swim!
Sembari diketawain HJ, ‘you should learn how to swim since 5’
Duh aku butuh solusi!
Then somebody said ‘don’t worry, they have life jacket for
you. You can do it although you can’t swim’
Yes! Cerah duniaku!
Ternyata, baru 2 tempat udah keok. Udah nggak kuat. Kaki
udah kram, tangan udah pegel banget. Dan aku cenderung floating tapi ngadep
langit. Ya apa apaan kalo endingnya ngambang tapi ngadep langit. Snorkeling kan
ngadep bawah.
gambarnya pinjem google
Pasalnya, pasalnya, itu kacamata snorklingnya itu bocor. Bukan
bocor sih, tapi nggak water resistant. Duh apa sih namanya, semacem ngerembes
gitu lho. Jadi kan udah nggak bisa renang ya, langsung dicemplungin laut, syok
kaget trus napas pake idung. Dasar begoooo. La kan napas harus pake mulut ya. Duhh
ini otak nggak singkron banget sih. Yang 2 lokasi pertama sih nggak seberapa
bagus kata HJ dibandingin dengan 2 lokasi terakhir. Soalnya 2 lokasi terakhir
itu liat kura-kura gede banget dan liat fish garden. Yang mana aku udah keok
nggak berani nyemplung lagi. yaudah jadinya aku nunggu di boat ngobrol cantik
sama mas-mas kapalnya.
Btw, this was my first snorkeling. Dan dan dan…tetep jadi satu-satunya orang indonesia dikapal
itu. Ini awak kapalnya jangan diitung lho ya. Itung penumpangnya aja, aku jadi
yang paling eksotis sekapal. Read : yang
bermuka paling kusem.
Promised him two things, to learn swim so we can dive later.
Diving lho!!! Bayangkan! Diving!! Renang aja masih gaya batu dada, malah
diving! Dia bilangnya ‘diving in shark point’. Sepuntene mas, budal o dewe.
note: kita nggak bawa hape, kamera apapun sama sekali. jadi nggak ada sesi dokumentasi di part ini
Jal latian nang kali porong
ReplyDeleteNunggu banjir dlu biar bs ngapung haha
Delete